Jumat, 09 April 2010

experiment-artikel gelombang

Spektrometer

Oleh:
Khusnul Nur Khotimah (053224030)
Latifatul Masrurin (053224038)

Abstrak

Telah dilakukan percobaan mengenai Spektrometer di Laboratorium Experimen Fisika UNESA dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang gelombang spektrum warna dengan indeks bias dan untuk menentukan nilai indeks bias (n) menurut percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan cara meletakkan peisma pada tempat prisma spektrometer dan memastikan benang silang tepat pada spektrum warna bila dilihat dari lensa okuler spektrometer, dan mencatat sudut deviasi yang terbaca pada spektrometer. Selanjutnya dapat diperoleh sudut deviasi minimum (Dmin) dan indeks bias (n). Dari percobaan yang telah kami lakukan (dengan A = 900), diperoleh kesimpulan bahwa makin kecil panjang gelombang (λ) spektrum warna, maka makin besar indeks bias yang dihasilkan, dan besar indeks bias (n) menurut percobaan adalah berkisar antara 1,196 hingga 1,203. Hal ini tidak sesuai dengan nilai teorits yaitu indeks bias pada prisma adalah senesar 1,5 , hal ini dikarenakan oleh adanya pengaruh dari cahaya lain selain cahaya mercury yang berasal dari kolimator, yaitu cahaya lampu pada ruangan eksperimen.

Abstract

Have been done by attempt concerning Spektrometer in UNESA Laboraratory of Experiment Physics as a mean to knowing relation between color spectrum wavelenght with refractive index and to determine refractive index value (n) accoeding to attempt . This Experiment has done with putting down prism at spectrometer prism place and as certain crossed yarn at color spectrum if seen from okuler lens of spectrometer and note read angel at deviation at spectrometer . From this experiment we have done (with A = 900), is obtained by conclusion that more small of wavelength (λ) color spectrum, more big of yielded refractive index, and big of refractive index (n) according to attempt to range from 1,196 until 1,203. This matter disagree with theoretical value that is refrective index at prism is equal to 1,5 , this matter because of by existence of influence of light beside the light of mercury coming from collimator, that is lamplight at experiment room.




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Cahaya (sinar tampak) merupakan salah satu gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang dapat merambat dalam ruang hampa, merupakan gelombang transversal, merambat dalam arah arus (tidak terpengaruh medan magnet dan medan listrik), dapat mengalami pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), perpaduan (interferensi), lenturan (difraksi) dan pengkutuban (polarisasi). Cahaya adalah sinar yang dapat membantu penglihatan kita. Perbedaan sensasi pada mata akibat cahaya yang berbeda frekuensi atau panjang gelombangnya akan menimbulkan warna yang berbeda. Sedangkan alat untuk mengukur panjang gelombang secara akurat dengan menggunakan kisi difraksi (prisma) untuk memisahkan panjang gelombang cahaya yang berbeda adalah spektrometer. Untuk mengetahui hubungan antara indeks bias (n) dengan panjang gelombang (λ) dan untuk mengetahui indeks bias (n) menurut percobaan, maka dilakukanlah percobaan berjudul spektrometer.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil sbuah rumusan masalah:
1. Bagaimana hubungan antara indeks bias (n) dengan panjang gelombang (λ)?
2. Berapakah nilai indeks bias (n) menurut percobaan?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks bias (n) dengan panjang gelombang (λ) dan untuk mengetahui indeks bias (n) menurut percobaan.
D. Hipotesis
Semakin kecil panjang gelombang (λ) spektrum warna, maka makin besar indeks bias yang dihasilkan, dan besar indeks bias (n) menurut percobaan adalah sebesar 1,5.

BAB II
KAJIAN TEORI

Dispersi adalah peristiwa terurainya cahaya putih yang melewati sebuah prisma menjadi spektrum warna-warna. Dispersi ini terjadi akibat perbedaan indeks bias masing-masing warna cahaya. Oleh karena itu, pembahasan tentang dispersi akan melibatkan sifat pembiasan cahaya pada prisma.
Indeks bias
Indeks bias adalah perbandingan antara kecepatan cahaya di udara terhadap kecepatan cahaya di medium gelas.
Pembiasan cahaya dalam prisma
Apabila seberkas cahaya putih atau polikromatis melewati sebuah prisma maka cahaya tersebut diuraikan. Penguraian cahaya ini menjadi warna-warna cahaya monokromatis disebut dengan dispersi cahaya. Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang dan sinar keluar pada prisma.

BAB III
METODE PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan
1. Spektrometer
2. Prisma
3. Lampu mercury
4. Kaca pembesar
5. Senter
B. Variabel-Variabel
1. Variabel manipulasi:
Spektrum warna
2. Variabel kontrol:
Sudut bias prisma (A)
3. Variabel respon:
Sudut deviasi minimum (Dmin)
C. Langkah Eksperimen
1. Mengatur alat dan bahan seperti pada gambar rancangan percobaan
2. Mengatur agar benang silang/cross hair tepat pada sinar jika dilihat dari lubang intip
3. Menaruh prisma pada tempat prisma dengan sudut bias 900
4. Melihat dari lubang intip dan menarik teleskop ke arah kanan untuk mencari spektrum warna, dan mengatur agar benang silang tepat berada pada spektrum warna merah dan mencatat besar sudut pada spektrometer dan mencatatnya sebagai D1
5. Menarik teleskop ke arah kiri dan mengatur agar benang silang tepat pada spektrum warna merah dan mencatat besar sudut pada spektrometer dan mencatatnya sebagai D2
6. Mengulangi langkah 4 dan 5 untuk spektrum warna yang berbeda
7. Mengulangi langkah 1-6 untuk mendapatkan hasil yang berulang

BAB V
DISKUSI

Pada percobaan yang telah kami lakukan, diperoleh hubungan antara panjang gelombang dengan indeks bias adalah semakin besar panjang gelombang maka semakin kecil nilai indeks biasnya. Dan menurut percobaan kami, nilai indeks bias berkisar antara 1,196 hingga 1,203. Namun berdasarkan teori, nilai indeks bias prisma adalah sebesar 1,5. ketidakpastian perhitungan tersebut dikarenakan oleh adanya sinar lain selain cahaya mercury pada kolimator, yaitu cahaya lampu pada ruangan eksperimen, yang mempengaruhi besarnya nilai indeks bias, kekurangtelitian pengamat dalam membaca skala pada spektrometer untuk menentukan sudut deviasi, dan kekurangtepetan pengamat dalam menempatkan prisma pada tempat prisma di spektrometer.

KESIMPULAN

Dari data yang kami dapatkan pada percobaan Spektrometer dapat disimpulkan bahwa:
• Semakin kecil panjang gelombang (λ) spektrum warna, maka semakin besar indeks bias (n) yang diperoleh.
• Nilai indeks bias menurut percobaan adalah berkisar antara 1,196 hingga 1,203.

DAFTAR PUSTAKA

Halliday, Resnick. 1984. Fisika Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Zemansky,Sears.1986.Fisika untuk Universitas 3. Jakarta:Erlangga
Supiyanto.2001.Fisika untuk SMU kelas 3.Jakarta:Erlangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar